Selasa, 27 Februari 2018

Pengusaha Minta PPN untuk Batik dan Kerajinan Dihapus


Pengusaha Minta PPN untuk Batik dan Kerajinan Dihapus

"Kami ambil contoh batik, persaingan dengan produk China dan bayangan MEA harus dihadapkan dan dipersiapkan. Nah, di antara itu
Pelatihan menggunakan biaya kompetitif batik sehingga orang lebih memilih produk lokal dengan menggunakan aplikasi harga PPN
Yang lebih besar untuk itu membutuhkan terobosan sehingga bisa bersaing dengan produk eksternal yang sulit untuk mulai membanjiri
pasar, "kata Anggawira, Ketua Badan Pusat Organisasi HIPMI dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh voice.com,
Senin (16/11/2015). "Batik adalah budaya bangsa, perkembangannya membutuhkan pelestarian batik. Penghapusan
PPN pada karya batik sangat penting untuk bisa menjaga kepunahan para amatir batik, '' Jika pengrajinnya lamban karena
PPN ini bisa menjadi budaya ketakutan kita, "katanya. Motifnya, pihak berwajib perlu fokus pada sektor aktual dan UKM yang memiliki
terbukti memiliki daya tahan dibandingkan dengan sektor fiskal. Dan membantu perekonomian Indonesia melalui krisis. Ia mengharapkan, batik
Masa depan harus didorong oleh pihak berwenang dengan menawarkan insentif pajak untuk meningkatkan persaingan di dalam negeri. Angga mengatakannya
juga akan mendukung pertumbuhan volume dan kualitas produk UKM yang dapat meresap ke dalam industri di seluruh dunia. Menurut
Angga, kalau barang dagangan itu membuat konsumen perlu membayar PPN maka ini akan sangat memberatkan konsumen. "Jika konsumen harus
membayar pajak itu masih diperdebatkan, di sisi lain produk sebanding dari negara tetangga harganya bisa lebih murh karena di
Negara asal pemeirintahnya memberikan berbagai insentif kredit ekspor, mengurangi bunga dan bahkan insentif pajak, ini harusnya
menjadi contoh bagi Indonesia, "katanya.Baca juga: harga plakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar